Museum Layang-Layang Indonesia
Melestarikan Salah Satu Khazanah Budaya Bangsa

Kite Museum of Indonesia
Preserving One of Nation's Cultural Treasure

Home About Musem Sambutan Profil

Workshop
Galeri
Aktivitas
Agenda
Lain-Lain
Lokasi Museum

[ Menbudpar ] Mendiknas ]

Menteri Kebudayaan & Pariwisata, Bp. I Gede Ardika, Peresmian Museum, 21 Maret 2003

Layang-layang, salah satu permainan berasal dari China ± 500 tahun SM yang menyebar dan dikenal hampir di seluruh pelosok dunia. Sebagai permainan yang pada awalnya terbuat dari bambu dan kertas atau kain sutera dengan mengandalkan tiupan angin ini sangat popular di negara-negara agraris, sampai dengan sekarang tetap digemari oleh berbagai kalangan, golongan dan usia, baik itu kanak-kanak, muda-dewasa maupun tua. Kehadiran layang-layang dalam beberapa aspek kehidupan memiliki berbagai arti penting.

Dari aspek seni dan budaya dengan aspek ritualnya dapat dijadikan sarana pelestari budaya, sementara dari aspek olahraga yang lebih bersifat rekreatif dapat memberikan ruang imaginative pengembangan kreativitas penciptaan olah gerak yang sangat dinamis dengan memadukan bentuk dan ukuran serta keselarasan warna-warni. Di beberapa negara, layang-layang digunakan sebagai sarana olah raga air dan es (kite surfing), pantai (buggy kite), gliding, serta gantole.

Dari aspek teknologi, kita ketahui bagaimana Benjamin Franklin melakukan percobaan dengan menerbangkan layang-layang di saat hujan, untuk membuktikan bahwa petir bukanlah tenaga supra natural, melainkan listrik sebagai salah satu fenomena alam.

Demikian pula bagaimana aliran listrik dapat tersalurkan melalui layang-layang dengan perantaraan besi yang ditanamkan ke dalam tanah (grounding arde) sebagai cikal bakal penangkal petir. Permainan layang-layang tetap popular di tengah kemajuan teknologi, terbukti, bahwa di abad 21 ini di berbagai kesempatan festival layang-layang banyak diikuti oleh peserta dari hampir seluruh negara-negara di belahan bumi ini. Layang-layang, dari yang bentuknya sederhana sampai yang cukup rumit dengan detail yang khas, memiliki nilai guna dan nilai manfaat, baik sebagai sarana hiburan, olahraga, seni dan budaya, ritual dan bahkan kemajuan teknologi dan promosi industri.

Dengan latar ini, pendirian Museum Layang-layang sebagaimana digagas oleh pihak swasta yang dengan kemandiriannya mampu berperan aktif untuk melestarikan budaya bangsa ini, patut didukung oleh berbagai pihak. Semoga museum sebagai salah satu wahana dapat lebih mencerdaskan masyarakat melalui berbagai infarmasi dan inspirasi edukatif, serta sebagai point of interest bagi penggemar layang-layang, disamping sebagai objek dan daya tarik wisata bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara dalam rangka persatuan bangsa dan perdamaian dunia.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
I Gede Ardika

Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta 12450, Indonesia
Telp: 021.7590.4863 - 021.765.8075 - Fax: 021.7590.4863
museum_layang@yahoo.com

Museum Layang-Layang Indonesia © 2009