Kita sering melihat
orang Indonesia bermain layang-layang. Anak-kecil, anak muda, bahkan terkadang
orang tua juga menyukainya. Melihat kesederhanaan permainan ini, atau karena
asyik menikmatinya, kita sering tidak menduga bahwa permainan rakyat semacam ini
memiliki makna dan nilai budaya yang baik untuk direnungkan.
Setidaknya, budaya layang-layang meneguhkan bahwa kita memang negara yang
kaya akan adat istiadat. Dengan menjadikannya salah satu bentuk budaya yang baik
dan khas negeri ini, maka adalah perlu melestarikannya. Disamping terdapat
manfaat di dalam permainan tersebut permainan layang-layang juga dapat dimaknai
dengan sudut pandang lain. Misalnya dengan memperhatikan variasi bentuk, corak,
dan warnanya, layang-layang merupakan karya seni.
Layang-layang juga memiliki dimensi sosial, misalnya untuk sarana
persahabatan dengan orang lain, bahkan dengan negara lain. Tidak aneh bila untuk
mewujudkan kebutuhan itu lomba permainan layang-layang diadakan di tingkat lokal
maupun internasional. Pendirian museum layang-layang dengan demikian dapat
dilihat sebagai upaya menuju pelestarian salah satu hasil budaya bangsa ini. Dan
karenanya layak didukung oleh berbagai pihak.
Melalui museum ini, kita berharap semoga keragaman khasanah bangsa kita dapat
dikenali oleh siapa saja yang memerlukannya. Saya menyambut baik prakarsa
Merindo Kites & Gallery yang telah berinisiatif mendirikan Museum
Layang-Layang ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Menteri Pendidikan Nasional
A. Malik Fadjar