|
Demikian juga halnya dengan Bapak Lili Soenarya (alm) yang telah mempelopori dalam bidang pelestarian layang-layang, mulai dari penciptaan, menuangkan gagasan dalam kenyataan dan menerbangkannya keudara. Kita ketahui bersama bahwa layang-layang telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu.- seperti di China, India, Korea, Jepang dan juga di Indonesia. Layang-layang sudah menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat, bahkan di beberapa daerah sudah menjadi simbol-simbol ritual yang dikaitkan dengan adat istiadat setempat, seperti pada saat perayaan pesta selesai panen padi sebagai tanda syukur kepada sang pencipta, berburu ikan di laut dan dalam acara-acara adat yang lain, seperti kelahiran bayi. Tempat ini merupakan suatu bentuk peran-serta kami, pencinta layang-layang dari seluruh Indonesia, untuk turut melestarikan salah satu budaya bangsa Indonesia, diupayakan berdiri secara swadaya masyarakat, sehingga kebersamaan dapat dirasakan. Terima kasih kepada para pekerja yang telah menyelesaikan museum ini selama 10 bulan, walaupun tanpa arsitek, bangunan ini dapat berdiri megah, kokoh, dan mempunyai kharisma tersendiri. Mudah-mudahan karya yang satu ini akan menggugah nurani rekan-rekan yang lain untuk berkarya dalam bidang pelestarian budaya. Terima kasih kami yang tak terhingga kepada rekan-rekan pelayang dari seluruh Indonesia, para seniman dan pemerhati layang-layang yang telah membantu menyumbangkan saran dan pemikiran serta merelakan layang-layang kesayangannya untuk diletakkan disalah satu bagian di museum ini yang semua ini tidak lain demi terwujudnya cita-cita melestarikan dan menyebar luaskan layang-layang di Indonesia. sebagai wujud terima kasih bagi rekan-rekan, kami akan bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan kekurangan data layang-layang dari seluruh daerah di Indonesia, yang pasti masih banyak lagi. Pendiri Museum Layang-Layang Indonesia |
|